Out of Place
21 March 2005
Sudah lama saya ingin membaca buku berbentuk memoar. Hanya sebatas ingin tahu, bagaimana dan apa yang menarik dari sebuah memoar. Dulu sempat punya keinginan membaca Memoar Seorang Geisha, tapi ngga kesampaian karena satu dan lain hal. Akhirnya saya menemukan sebuah memoar dengan review yang cukup bagus di Amazon sana. Judulnya: Out of Place,
dalam bahasa Indonesianya (seperti yang tertera di bukunya) Terasing. Penulisnya Edward W Said. Sebenarnya sebuah kesempatan untuk mengenal sosok sekelas Edward Said. Buku ini (berdasarkan ringkasan yang terdapat dibuku ini) kurang lebih bercerita tentang perjuangan seorang Edward Said kecil, ia seorang Amerika-Palestina, yang berjuang keluar dari kungkungan ideologi orang tuanya, terutama sang ayah.
Barangkali keterbatasan pengetahuan saya atau karena membacanya tidak senikmat ketika membaca novel(memoar ada yang berbentuk novel kan ya?) membuat saya menyerah membacanya ketika sampai di halaman 151. Kira-kira sudah sepertiga dari tebal buku tersebut. Memoar ternyata benar-benar berbeda dibandingkan novel. Memoar berbentuk tulisan-tulisan yang berisi ingatan-ingatan si penulis. Si penulis (dalam hal ini kalau ia menulis kisah hidupnya sendiri) bisa saja menyusunnya tanpa urutan waktu yang lebih terstruktur, kadang-kadang apa yang ia ingat itulah yang ia tulis. Kurang lebih inilah kesimpulan yang saya dapatkan dari Out of Place ini.
Sekarang jadilah buku tersebut saya simpan di rak, mungkin lain waktu saya coba buka kembali. Bagaimana ya para reviewer di Amazon itu menikmati buku ini?
Jika Anda tertarik untuk membaca buku ini mungkin link berikut berguna Edward Said’s Out of Place: a Memoir: a book review
May 19th, 2005 at 6:48 am
mo baca memoar bagus yang dinarasi lincah? Coba deh itu ‘Memoar Seorang Geisha’ nya Arthur Golden (mestinya itu dulu baru Out of Place kali ya
).
Beberapa saran lain: Angela’s Ashes nya Frank McCourt, beberapa buku lamanya Mr. Mohammad Roem (Bunga Rampai dari sedjarah, Peladjaran dari sedjarah), plus -yang ini hampir wajib- ‘Catatan Seorang Demonstran’ nya Soe Hok Gie (well, ini nggak bener-bener murni genre memoar sih … it’s a diary). Nah, kalo udah baca bukunya Gie, jangan sungkan untuk nyari Motorcycle Diary nya ‘Che’ Guevara.
Enjoy !