"Success is peace of mind, which is a direct result of self-satisfaction in knowing you did your best to become the best that you are capable of becoming"
John Wooden

Freeware, Sistem Operasi dan Pilihan

10 June 2005

Dulu ketika Windows 95 baru muncul Wordpad jadi andalan untuk membuka file teks diatas 64 KB. Maklum untuk file lebih besar dari itu si Notepad sudah gak kuat. Tapi terus terang keduanya kurang nyaman untuk bekerja dengan teks. Apalagi kalau harus melakukan proses seperti reguler expression atau fungsi lainnya untuk mengolah file teks. Terpaksa belajar bahasa Perl, sembari mencari text editor di Internet. Alhasil dapatlah si Ultraedit. Text editor yang cukup powerfull, ringan, stabil, dan cepat. Sayang ia tidak gratis, meskipun selama memakai saya tidak pernah membayar. Memalukan memang.

Saat ini ketika komunitas open source dan produknya (dan juga aplikasi freeware) sudah demikian kuatnya(baca: beragam dan berkualitas), ada banyak aplikasi komersial yang bisa digantikan dengan produk-produk open source atau freeware ini. Malu juga memakai aplikasi komersial tanpa membayar. Saya mencoba menggantikan beberapa aplikasi komersial di PC rumah dengan aplikasi freeware. Paling tidak saya tidak sampai harus melakukan perbuatan ini, mencari crack-nya. Yah dimulai dari yang kecil.

Si Notepad++ mulai menggantikan Ultraedit. Belum secanggih Ultraedit memang, tapi paling tidak ada fasilitas syntax highliting dan folding (itu lo yang berguna untuk indentasi). Lumayan membantu saat membuat program. Ada juga Crimson Editor. Kecuali fungsi folding yang belum ada, fasilitas dalam Crimson Editor sedikit banyak bisa disandingkan dengan Ultraedit. Kalau anda tertarik dengan perbandingan editor coba kunjungi situs ini, tersedia matriks perbandingannya.

Untuk aplikasi kompresi saya memilih 7-Zip dan IzArc. Yang disebut terakhir ini rasanya tidak kalah atau malah lebih bagus dibandingkan dengan Winzip yang jauh lebih kesohor itu. Dalam dukungan jenis kompresi file ia bisa mengenali tipe kompresi lebih banyak dan juga, ini yang saya suka, interface file explorer-nya yang nyaman. Hanya saja IzArc butuh memori lebih banyak (untuk kekurangan yang ini toh saya hanya sesekali berhubungan dengan kompresi file).

Untuk aplikasi office, syukurlah OpenOffice sudah bisa menggantikan si Microsoft Office. Walaupun tidak sepenuhnya. Saya masih menyimpan dokumen Writer dalam format .doc. Begitu juga dengan yang lainnya, file-file yang ada masih saya simpan dalam format yang dikenali si Microsoft Office. Yah agar bisa dibaca di kantor atau di kampus.

Ada juga si IrfanView, image viewer yang tidak kalah dengan ACDSee. Masih ada beberapa aplikasi komersial lain yang saya coba gantikan dengan freeware, saya lupa. Tapi ada satu yang tidak bisa saya gantikan, (mudah-mudahan) paling tidak belum. Saya masih sangat tergantung dengan sistem operasinya si Microsoft. Apalagi kalau bukan si Windows XP. Di rumah saya mencoba menginstal SuSE 9.1 berdampingan dengan si Windows. Sebenarnya SuSE ini memiliki dokumentasi yang bagus, sangat membantu dikala belajar Linux. GUI-nya juga cukup aduhai. Tapi entahlah saya masih berat meninggalkan si Windows XP. Saya masih membutuhkan si Visio, Delphi dan Visual Studio.NET. Untuk yang ini belajar alternatifnya rasanya cukup berat.

Lagi-lagi saya masih tergantung dengan produk komersial[baca: yang dibajak]. Mengubah kebiasaan kadang memang membutuhkan pengorbanan, kadang menyakitkan. Dalam hal ini untuk pindah sistem operasi tampaknya saya butuh pengorbanan besar. Pilihan yang sulit.

Nb.
Yusuf, teman saya, merekomendasikan situs ini, www.snapfiles.com, untuk mencari alternatif aplikasi yang gratis lengkap dengan reviewnya.

Category: IT | | Top

Isi komentar



Fatal error: Call to undefined function: wp_footer() in /home/sloki/user/t76050/sites/dominggus.com/www/wp-content/themes/andreas-02/footer.php on line 6