Book Baton
11 August 2005
Dapat terusan Book Baton dari saudara Boe. Saya coba sebut buku favorit saya.
Buku bagi saya adalah sarana menggali ilmu (basi banget yaks?) dan juga sebagai salah satu soul survivor saya. Yang pertama tidak akan saya bahas lebih lanjut, yang kedua saja.
Setiap orang mempunyai pengalaman pertumbuhan iman yang berbeda. Maksud saya pengalaman dalam usaha mencari pemahaman iman atau rohani mereka. Salah satu yang paling berpengaruh bagi saya, dan saya harus mengakui, sebagaian besar saya dapatkan dapatkan dari buku. Kalau saya harus menyebutkan buku-buku favorit saya maka saya akan menyebut buku-buku yang berisi gambaran orang-orang yang menjauh dari kasih karunia Allah tapi pada akhirnya harus berbalik kepada-Nya juga.
Saya tidak menggambarkan diri saya religius, hanya ingin memberikan betapa buku berarti bagi perkembangan iman saya. Dalam hal pencarian iman, saya hanyalah pengembara. Sebenarnya lebih tepat menyebut nama pengarangnya karena bagi saya pengarang menggambarkan bukunya. Dan saya merujuk kepada pengalaman si pengarang. Tapi karena ini book baton saya sebut judul-judulnya.
Saya lanjutkan. Ketika menghadapi masa-masa sulit buku-buku yang akan saya sebut membantu saya mencari pegangan. Saat-saat dimana iman saya terpuruk dan jatuh dalam perasaan kecewa, hina dan rendah diri akibat suatu dosa dan perbuatan, saya dapat berkaca pada orang-orang lain bagaimana mereka melewati hal-hal ini. Beberapa berhasil tapi kehilangan iman dan selebihnya menemukannya kembali. Lagi-lagi saya belajar hal ini dari buku. Bukan berarti saya mendewakan buku karena saya sadar pada akhirnya tanggapan kitalah yang lebih berarti, buku hanyalah sebuah media.
Yang saya sebut dalam kurung dengan link didalamnya adalah edisi bahasa Inggrisnya, jika anda tertarik untuk membacanya bisa melihat review dari link yang saya sertakan.
Koleksi buku favorit saya:
Buku-buku Phillip Yancey saya letakan dalam daftar paling atas. Buku Bukan Yesus Yang Saya Kenal (Jesus I Never Knew Before) adalah buku pertama dari Yancey yang saya baca. Lugas dan penggambaran Yesus yang dalam dan sangat manusiawi membuat buku ini memikat saya. Buku yang kedua adalah Keajaiban Kasih Karunia (What So Amazing about Grace) adalah buku Yancey yang lain yang mengajar saya bagaimana kita tidak dapat mengindar dari kasih karunia Allah yang menunggu. Buku Yancey yang lain, Menjangkau Allah Yang Tidak Terlihat (Reaching The Invisible God), adalah yang paling sering saya baca diantara buku Yancey. Masa ketika saya kecewa terhadap Tuhan dan bermaksud meninggalkan iman saya ternyata saya menemukan diri saya tidak sendirian. Pelan-pelan dan dengan proses menyakitkan, karena olok-olok, sakit hati dan kecewa, saya menemukan jalan pulang. Buku-buku Yancey yang lain, Soul Survivor (istilah ini saya ambil), Kabar Burung Tentang Dunia Lain (Rumour Of The Other World), Dimanakah Tuhan Disaat Kita Menderita? (Where is God When It Hurts?), Injil Yang Dibaca Yesus (The Bible Jesus Read), Diciptakan Dengan Dahsyat dan Ajaib (Fearfully and Wonderfully Made), dan Menemukan Tuhan Di Tempat-Tempat Tak Terduga (Finding God In Unexpected Places) saya kira layak untuk dibaca. Hehehe..saya malah mempromosikan Yancey ya?
Dari Yancey pulalah saya mengenal sastrawan mashyur Rusia, Leo Tolstoy dan Fyodor Dostoyevsky. Tema utama cerita Tolstoy dan Dostoyevsky adalah pengejaran kasih karunia. Bahkan dalam hidup keseharian mereka, tidak aneh kalau kemudian dituangkan dalam karya-karya mereka. Saya menyukai kisah tragis dalam novel Tolstoy, Anna Karenina (terima kasih buat Wordsworth yang menerbitkan buku dibawah harga 2 Pounds dan Gramedia yang menjualnya dibawah 35 rb), dan juga kumpulan cerita pendeknya yang diterbitkan Jalasutra, Tuhan Maha Tahu Tapi Ia Menunggu. Saya juga menyukai kisah bagaimana dunia memperlakukan orang-orang terbelakang dalam kisah The Idiot-nya Dostoyevsky dan juga ketegangan yang terjaga dalam novel Kejahatan dan Hukuman (Crime and Punishment). Dari penulis Rusia, karya-karya Gogol, Chekov atau Maxim saya rasa sama memikatnya dari cerita-cerita Tolstoy dan Dostoyevsky.
Kembalinya Si Anak yang Hilang (Return of The Prodigal Son) dari Henri Nouwen yang berisi renungan ada didaftar berikutnya. Buku yang menyentuh dan membebaskan. Berikutnya masih dari pengarang yang sama adalah The Inner Voice of Love.
Kemudian Mahatma Gandhi dari Stanley Wolpert. Perjuangan seorang bapa negara, detil dan manusiawi.
Jika anda menyukai cerita misteri detektif yang kritis The Name Of The Rose dari Umberto Eco mungkin bisa memuaskan.
Sayang Faucult’s Pendulum susah didapatkan di Indonesia.
Dan tentu saja seri Harry Potter
Tidak ada pengarang Indonesia ya? Tanpa mengurangi rasa hormat entah mengapa koleksi buku saya jarang dari pengarang Indonesia. Memang terkutuk saya ini, lebih mencintai produk luar dari produk dalam negeri. Witing tresno jalaran saka kulina.
Wah udah berapa ya? Saya teruskan saja books baton-nya.
Jumlah buku koleksi … hmm lumayan. Cukup membuat pusing kalau ingin pindah kos.
Buku yang terakhir dibaca … ada beberapa yang belum selesai. Selective Stories nya Chekov, Dante’s Club dan Pengelolaan Database Oracle 9i
.
Buku yang terakhir dibeli … The Dante Club.
Buku yang paling berkesan dan sering dibaca … buku-buku yang saya tebelin.
Selain koleksi diatas ada buku lain yang sering saya baca, komik Kungfu Boy (Boe kenal gak?
) dan Mengapa Saya Harus Menikah? (Should I Get Married?) dari Blaine Smith.
Piye Rid, Ton mau nerusin books baton ini gak? Mau donk…Hmm..gimana ya koleksi buku Pakde Kere Kemplu. Wah pasti dahsyat.
August 11th, 2005 at 3:26 pm
Bravo !! Aku mbiyen paling anti lho moco Phillip Yancey … abis beberapa terjemahane rasane muter-muter ning kono ae … tapi mari moco (sedikit) versi asli ne … SETUJU !! Yancey memang inspiratif.
Kungfu Boy? Wah, mesti itu!! Nggak cuma Kungfu Boy malah, pokoke komik e Takeshi Maekawa lumayan lengkap deh … opo kuwi judule sing nganggo tembakan double headed snake ?
August 15th, 2005 at 12:34 pm
wah buku sampeyan berat-berat. kalo buku saya ya yang kelas kakilima harga rp 3.000-an gitulah. enteng murah bermaslahat.
August 16th, 2005 at 9:13 am
Namanya Breakshot mas BOE
August 16th, 2005 at 9:15 am
kok ga ada Karl May ??? dia juga bagus loh….
Dan Damai Di Bumi is 1 of his greatest book….
try & u will find aonther atmosphere of love, togetherness, diferences, and what so eva
August 16th, 2005 at 9:54 am
Iya katanya bagus. Belon ada kesempatan (duit
dan waktu) buat nyari2 di toko depan Binus yang harganya miring abis itu.
January 26th, 2006 at 11:31 am
Ai mas dominggus, pie kabare?
Buku yang dibaca emang mantep tenan, aku juga pernah baca Yancey (Bukan Yesus yang saya kenal), tapi gak beres soalnya punya teman. Bacanya pun cuma sekilas.hehehehe….kok di ceritain ya.
Aku pernah baca bukunya Max Lucado yang Be Just like Jesus. Pada saat aku sangat merasa krisis identitas. Dan aku menemukan jawabannya.
Oia, sampeyan koleksi bukunya mantep juga. Hampir semua aku ingin memiliki dan baca.
Yang kesampaian cuma beberapa, maklum mahasiswa. masih ngirit.
Tapi sekarang aku sudah ada uang karena udah kerja, tapi kadang merasa gada waktu
kasi tips biar bisa bagi waktu gak?
Agar bisa baca dengan tenang.
Bisa ikut nyoba ngasi resensi?
January 11th, 2008 at 2:25 am
Bung Book Baton,
maaf komentar yang amat terlambat (2005) tapi saat ini saya sedang mencari buku Philip Yancey yaitu “Dimanakah Tuhan Saat Kita Menderita”. Penerbit sudah tidak mencetak lagi buku tersebut dan sudah tidak ada di toko-toko buku. Apakah Bung Book Baton bersedia menolong saya untuk bisa membuatkan copy buku tersebut? Saya akan mengganti ongkos copy dan ongkos kirimnya. Mohon infonya dan terima kasih sebelumnya. GBU.