Menentukan Pilihan
15 August 2005
Alkisah seorang musafir memasuki sebuah hutan dan dihadapkan pada dua jalan yang sama-sama tidak diketahui jalan mana yang sebaiknya ditempuh. Ia harus memilih salah satu jalan karena masing-masing jalan berbeda arah. Akhirnya ia memilih salah satu jalan karena dijalan itu ada bekas tapak kaki orang. Ia berasumsi jalan ini lebih aman karena pernah dilewati orang. Padahal siapa yang menjamin bahwa jalan yang ia tempuh akan memberikan keamanan?
Cepat atau lambat kita semua akan tiba pada persimpangan jalan dimana jalan itu akan bercabang menjadi dua atau lebih. Celakanya kita diharuskan memilih satu diantara sekian banyak pilihan itu. Dalam kasus-kasus tertentu pilihan-pilihan yang ada tersebut tampak sama. Sama-sama menariknya. Bagaimana kita harus memilih? Bagaimana kita membuat keputusan tentang masa depan? Terlebih bagaimana bisa membedakan yang mana merupakan kehendak Allah?
Seorang anak yang baru lulus SMU diterima di dua perguruan tinggi favorit. Dia bingung harus menentukan mana yang harus dia pilih. Keduanya mempunyai reputasi yang bagus, fasilitas yang sama-sama lengkap, staf pengajar yang sama baiknya dan pasti kedua perguruan tinggu tersebut akan memuaskan hasratnya untuk menekuni bidang Fisika. Tetapi siapa yang menjamin bahwa masuk salah satu diantaranya akan membuat masa depan lebih cerah dibanding yang lainnya? Bagaimana ia harus memilih?
Atau bayangkan seorang eksekutif muda yang memimpin sebuah perusahaan konsultan bidang teknologi informasi (TI). Kendati sangat susah untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tetapi istri dan anaknya merasa senang tinggal dan ikut aktif dalam komunitas sosial di perumahannya. Tetapi sebuah perusahaan TI di negeri seberang datang memberikan tawaran yang menggiurkan. Gajinya akan jauh lebih tinggi. Kestabilan perusahaan lebih terjamin dan iming-iming jenjang karir yang menggiurkan. Baginya tawaran itu bagai kesempatan sekali seumur hidup tetapi, sayangnya, keluarganya tidak mau pindah. Dalam kasus seperti ini bagaimana dia harus memutuskan?
Dua contoh diatas mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja ada pilihan yang relatif mudah. Jika saya harus memilih antara bermain bilyar atau meneruskan membaca novel, saya akan memilih kegiatan yang terakhir. Pilihan seperti ini lebih cenderung kepada masalah preferensi pribadi (tentu saja saya memilih membaca novel karena saya tidak bisa bermain bilyar). Seringkali dalam pilihan-pilihan yang cukup pelik preferensi pribadi tidak bisa selamanya dijadikan landasan untuk memilih.
Dengan menetapkan prioritas-prioritas yang jelas pun belum tentu membantu. Ketika ada pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang terpaksa dibawa ke rumah dan tugas-tugas kuliah yang harus juga dikumpulkan esok hari tentu salah satu harus dikorbankan. Ada salah satu yang harus diprioritaskan. Tapi tentunya memutuskannya tidaklah semudah ini.
Aspek moral kadang juga tidak membantu pada pilihan yang sulit. Dulu saya pernah tergabung dalam suatu panitia kerja di gereja yang membuat saya sibuk hadir dalam rapat-rapat di gereja. Konsekuensinya jadwal belajar saya terganggu karena rapat tersebut seringkali sampai larut malam (ini yang saya sebel dalam rapat-rapat di Indonesia, lama dan sering tidak fokus). Imbasnya kuliah saya pun terganggu. Ketika itu saya bingung sampai sejauh mana seharusnya saya terlibat dalam kegiatan sosial ketika ada aktifitas saya yang lain yang terganggu?
Seandainya saja ada batasan yang jelas, seperti hitam dan putih. Saya benci harus menentukan pilihan (dalam hal ini dengan banyak pilihan). Terlebih karena masing-masing pilihan sama-sama baiknya. Saya tidak pernah merasa nyaman ketika harus memilih pizza mana yang harus saya pesan di Pizza Hut. Semuanya bagi saya terasa lezat dan sayang untuk dilewatkan. Jika saya harus memilih sesuatu yang besar dalam hidup saya, seperti berganti pekerjaan, saya akan merasa sangat tertekan.
Tentang menentukan pilihan ini akan saya angkat sebagai tema dalam beberapa posting saya mendatang. Posting ini sebagai pengantar. Tentu anda jangan mengharapkan kiat-kiat menentukan pilihan yang jitu karena apa yang akan saya tulis adalah apa yang sedang saya hadapi saat ini. Saya sedang bergumul dengan hal pilih-memilih ini, oleh karenanya ada baiknya saya berbagi.
August 15th, 2005 at 8:55 am
August 15th, 2005 at 9:14 am
August 22nd, 2005 at 11:28 am
Ndy, kowe mesti arep ngelamar cewek… pilih yang mana ya?
May 25th, 2006 at 4:11 am
thanks. saya nggak mau ngsih komentar. Truz minta ajarin ngebuat artikel untuk dikirim di majalah.
makasih banget ya. aku tunggu balasannya
December 13th, 2007 at 12:29 pm
Replica handbags.
Replica handbags.
December 13th, 2007 at 5:43 pm
Fireplace hood.
Fireplace hood.
December 14th, 2007 at 12:45 am
Md airport limousine service.
Md airport limousine service.