"Success is peace of mind, which is a direct result of self-satisfaction in knowing you did your best to become the best that you are capable of becoming"
John Wooden

Nasionalisme Di Bawah Bendera Negara Lain

29 August 2005

Berita ini sudah terlambat tapi berhubung masih di bulan Agustus, mudah-mudahan masih ada sedikit nuansa nasionalisme. Cukup menggelitik saat saya membaca berita Tony Gunawan/Bach menjadi juara dunia baru ganda putra di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2005. Bukan soal gelar juaranya yang istimewa. Bukan pula karena Tony Gunawan pernah merebut kejuaraan ini sebelumnya berpasangan dengan Halim. Yang istimewa adalah karena saat ini ia melakukannya dibawah bendera negara lain, yaitu Amerika.

Mungkin ada perasaan tidak nyaman saat harus berhadapan dengan rekan berlatih dulu di Cipayung. Tony Gunawan meraih gelar dengan mengalahkan mantan rekan senegaranya Candra Wijaya/Sigit Budiarto. Lebih tidak nyaman lagi ketika lagu kebangsaan Amerika, Star-Spangled Banner, yang dikumandangkan.

Setelah menyatakan mundur dari Cipayung dan dengan alasan melanjutkan belajar Tony menatap Amerika sebagai tujuannya. Di Amerika inilah Tony bertemu Don Chew yang saat itu menjabat sebagai ketua PBSI-nya Amerika yang mengajaknya untuk melatih bulutangkis.

Apakah kemudian rasa nasionalisme Tony luntur? Saya rasa tidak.

“I came here because I wanted more from the rest of my life than badminton. I was turning 30 and I had been playing the game since I was five. Eti has a brother here and wanted to come to the US too. I wanted to get married, have a family and help the sport grow here.”

Keteguhannya menyandang status warga negara Indonesia meskipun saat ini pasti lebih mudah untuk mendapatkan Green Card atau bahkan kewarganegaraan Amerika adalah bukti lain rasa nasionalisme terhadap Indonesia.

Saat ini tidak hanya internet saja yang bisa melewati batas-batas lama geografi suatu negara.
Olahraga pun demikian. Untuk alasan profesionalisme dan bisnis yang bermain didalamnya memaksa cara pandang kita terhadap rasa nasionalisme [saya rasa] harus diperluas. Perasaan kecewa pasti ada ketika kita tidak dapat merebut gelar tunggal putra, tapi inilah dunia olahraga saat ini.

Bagi saya, kemenangan Tony Gunawan bagi negara lain tidak mengurangi rasa bangga kita. Bukankah ketika olahraga ini maju di Amerika mereka akan mengenang Tony sebagai salah satu pelopornya? Kapan lagi negara adidaya ini bisa menjadi juara dunia bulutangkis? Paling tidak untuk saat ini.

Ralat:
Tertulis: Perasaan kecewa pasti ada ketika kita tidak dapat merebut gelar tunggal putra, tapi inilah dunia olahraga saat ini.

Harusnya: Perasaan kecewa pasti ada ketika kita tidak dapat merebut gelar ganda putra, tapi inilah dunia olahraga saat ini.

Makasih atas koreksinya Mas Ardi :)

Category: Sports | | Top

5 komentar untuk “Nasionalisme Di Bawah Bendera Negara Lain”

  1. ardi:

    Perasaan kecewa pasti ada ketika kita tidak dapat merebut gelar tunggal putra.. lah tunggal putra kita kan menang di kejuaraan yang sama lewat Taufik Hidayat bos..

  2. Farid:

    Judul posting ini pasti provokasi biar dikritik (dikunjungi, red) sama Pak Polisi EYD ya? Hayooo ngakuu!! :razz:

  3. Mas Tom:

    Kalo aku perasaan bangga mungkin ada Ndy, biar cuma sedikit. Lebih banyak ‘nyesek’ pas nonton Candra/Sigit kalah dari Tony, yang notabene temen mereka sendiri jaman di pelatnas dulu… :cry:

  4. J&W:

    Emang kadang-kadang suka aneh juga kenapa kita dibatasi oleh negara. Apa sih sebenarnya negara itu ?. Jika ada seseorang lebih hebat dari yang lain kenapa negara dibawa-bawa.. Hanya iseng.. :)

  5. SAndy:

    Ya,kadang kita miris melihat teman-2 kita membela negara lain & menang. Tapi diPelatnas sendiri masih banyak dihuni oleh warga keturunan daripada pribuminya, tul kan ? Semoga kedepannya banyak anak bangsa kita yg bisa berbicara lebih di dunia internasional, Amin. Salam kenal tuk yg lain & trima kasih pd Andy tuk ruang comment ini

Isi komentar



Fatal error: Call to undefined function: wp_footer() in /home/sloki/user/t76050/sites/dominggus.com/www/wp-content/themes/andreas-02/footer.php on line 6