Kantor Boyongan
27 May 2006
Mulai pertengahan Mei ini lokasi kantor saya pindah. Dari sekitar Bunderan HI yang strategis bin hijau itu menuju ke selatan Jakarta yang, alamak, aksesnya susah, jauh dan macet. Bagi sebagian pegawai yang lokasi rumahnya bakalan jauh, ini jelas bukan keputusan populer. Seorang teman yang rumahnya di daerah Cengkareng hanya bisa mengeluh seraya mempertimbangkan mencari kantor baru.
Berbagai alasan yang mengharuskan pindah dikemukakan. Dari alasan seringnya terjadi kemacetan di Bunderan HI,
demonstrasi, sampai masalah keamanan karena dekatnya lokasi gedung dengan Kedutaan Inggris. Keamanan? Bukannya gedung-gedung di sekitar kedutaan adalah gedung yang paling diperketat penjagaannya? Macet? Akses ke kantor baru tidak kalah macet. Entahlah, saya yang bodoh ini tidak bisa mengira-ngira seberapa signifikan sih alasan diatas terhadap kinerja perusahaan. Bisa jadi ujung-ujungnya adalah alasan ekonomi.
Keputusan yang menyangkut kepentingan banyak orang seringkali adalah keputusan yang sulit. Tidak semua orang bisa disenangkan. Jika bisa disosialisasikan dengan baik kepada karyawan dan sembari penyediaan kompensasi misalnya fasilitas, tentu, akan lebih mudah dimaklumi karyawan.
Saya, yang termasuk ‘dirugikan’ dengan keputusan ini, sekarang cuma bisa menjalani. Apalah saya ini, cuma prajurit. Dan prajurit nurut sama jenderal. Tak apalah toh saya bisa berandai-andai siapa tahu CIO perusahaan minyak di gedung sebelah
berkenan melirik saya sebagai karyawannya. Maunya
Gambar dibawah ini adalah suasana suatu senja yang bisa saya ambil dari atas kantor lama…
June 5th, 2006 at 11:34 pm
Akhirnya…. Blog ini di-update juga
Selamat atas kepindahan ke kantor baru, usah kecewa, yang penting masih kerja. Masih banyak orang yang belum memiliki pekerjaan loh, termasuk saya…
June 14th, 2006 at 9:41 am
:) kata AA Gym:
‘jika merencanakan sesuatu harus lihat Ke Atas, dan sebaliknya jika kita bersyukur harus melihat kebawah’
June 22nd, 2006 at 2:57 am
ga usah sedih, dengan pindah kantor berarti ganti suasana baru, wajah baru, cerita baru, dan ongkaos yang baru, he..he..
June 22nd, 2006 at 6:32 am
Hesti:
:) iya. Saya mau gak mau harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang baru.