You are hereArchive - 2006
Archive - 2006
Rehat
Saya sedang kehabisan ide, juga ingin fokus ke tugas akhir kampus. Karenanya saya ingin rehat dulu (seperti biasa :-) ). Mungkin dua minggu. Mungkin satu bulan. Atau lebih. Mudah-mudahan secepatnya tugas akhir selesai, saya bisa kembali ke situs ini.
Sebenarnya tugas kampus bukanlah alasan. Karena jika Anda melihat tanggal-tanggal posting saya, terlihat saya jarang menulis. Tapi paling tidak kali ini saya punya alasan untuk vakum (lagi) :-)
Ah dukungan doa Anda sangat saya harapkan.
Terima kasih dan salam,
Saya
Antara Kopi dan Cangkir
Ini ada kiriman dari sebuah milis, saya menerimanya tanpa dicantumkan penulisnya. Sayang sekali memang. Barangkali berguna untuk dibaca:
Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang professor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan. Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca : membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing. Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini.
Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki. Bahwa dollar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai serta merk baju dan jam tangan yang mereka pakai. Namun di lain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.
Sebuah Cerita Tentang Penggandaan
“Anda sedang mendengarkan 10x.xx Radio Bla Bla!â€
Ketika liburan hari kemerdekaan, ketika saya sedang mendengarkan sebuah lagu dari suatu stasiun radio di kawasan Cilacap, tiba-tiba ditengah lagu muncul kalimat diatas. Spontan saya tersenyum. Bukan senyum mengejek, hanya senyum mengenang kembali kenakalan masa-masa STM. Ternyata banyak hal yang tidak berubah.
Kotak Sabun, Pensil, dan Cermin
Kiriman dari seseorang, mungkin menarik untuk direnungkan.
Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.
Kasus 1
Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan
bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak
sedikit.
n e g n a K
kangen
K angen
KA ngen
KAN gen
KANG en
KANGE n
KANGENkangen
K a N g E n k A n G e N ka NG en KA ng EN kan GEN KAN gen kang EN KANG en kange N KANGE n KANGENduh aku n e g n a k
Yup, aku kangen! Kangen rumah... :-) Makasih Rif atas puisinya, pas tenan.
*baris terakhir saya tambahi
Welcome! Thank you for visiting my site. This is a site in the form of blog of my opinion, diary, or other not important thought. For more about me please visit