"Success is peace of mind, which is a direct result of self-satisfaction in knowing you did your best to become the best that you are capable of becoming"
John Wooden

Antara Kopi dan Cangkir

28 September 2006

Ini ada kiriman dari sebuah milis, saya menerimanya tanpa dicantumkan penulisnya. Sayang sekali memang. Barangkali berguna untuk dibaca:

Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang professor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan. Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca : membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing. Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini.

Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki. Bahwa dollar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai serta merk baju dan jam tangan yang mereka pakai. Namun di lain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.

Read the rest story »


Sebuah Cerita Tentang Penggandaan

23 August 2006

“Anda sedang mendengarkan 10x.xx Radio Bla Bla!”

Ketika liburan hari kemerdekaan, ketika saya sedang mendengarkan sebuah lagu dari suatu stasiun radio di kawasan Cilacap, tiba-tiba ditengah lagu muncul kalimat diatas. Spontan saya tersenyum. Bukan senyum mengejek, hanya senyum mengenang kembali kenakalan masa-masa STM. Ternyata banyak hal yang tidak berubah.

Dulu ketika budget untuk entertainment sangat tipis (yang ini artinya membeli kaset :-) dan bukan pergi ke disko atau hiburan-hiburan mahal lainnya. Yang terakhir ini bahkan tidak terlintas dalam pikiran), atau boleh dikatakan tidak ada, dan ketika muncul keinginan mendengarkan lagu yang sedang hit berulang-ulang, maka merekam dari stasiun radio menjadi alternatif utama. Modalnya cuma sebuah kaset, tape dan nongkrong di depan radio. Jika malas nongkrong seharian, ikuti saja acara Top Ten atau Tangga Lagu atau acara sejenisnya. Ketika lagu yang bersangkutan diputar tinggal tekan tombol Rec pada tape-radio. Dan jadilah lagu yang bersangkutan berhasil direkam.

Tapi seringkali tidak semudah itu. Sadar bahwa lagu-lagu yang diputar bisa direkam dan kemudian digandakan, pihak stasiun radio kadang-kadang menyiasatinya dengan berbagai cara. Diantaranya memutar lagu tersebut hanya sampai bagian tertentu atau terkadang cuman reffrain-nya saja (mungkin ini juga karena alasan waktu). Atau seringkali menyelipkan kalimat diatas ditengah lagu. Duh jadi deh mendengarkan lagu dengan tambahan selipan kalimat yang tidak ada di teks aslinya. Jika tambahan kalimat ini terekam mau tidak mau saya harus dengan hasil yang ada, atau jika tidak mengulang proses perekaman dari awal. Tentunya dengan menunggu lagu yang bersangkutan diputar kembali di lain waktu dan mungkin di lain stasiun radio.

Yah membajak kok mau gampang!


Kotak Sabun, Pensil, dan Cermin

10 August 2006

Kiriman dari seseorang, mungkin menarik untuk direnungkan.

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Kasus 1

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan
bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak
sedikit.

Read the rest story »

Category: Reflection | Top | 1 comment »

n e g n a K

10 August 2006

kangen
K angen
KA ngen
KAN gen
KANG en
KANGE n
KANGEN

kangen
K a N g E n k A n G e N ka NG en KA ng EN kan GEN KAN gen kang EN KANG en kange N KANGE n KANGEN

duh aku n e g n a k

Yup, aku kangen! Kangen rumah… :-) Makasih Rif atas puisinya, pas tenan.

*baris terakhir saya tambahi


Takut Akan Ketinggian

29 June 2006

Phobia menurut Wikipedia, berasal dari bahasa Yunani, kurang lebih berarti ketakutan akan situasi, kondisi, aktivitas atau seseorang. Di dunia ini ternyata ada banyak jenis phobia. Tak kurang ada sekitar 500 macam. Beberapa diantaranya terdengar tidak masuk akal bagi saya: takut dengan wanita cantik (Caligynephobia), takut duduk (Cathisophobia), atau takut mendengar berita baik (Euphobia).

Yup akhirnya!Kalau takut akan ketinggian mungkin relatif masuk akal dan banyak penderitanya(Aeroacrophobia). Saya salah satu pengidapnya. Tangan dan kaki saya akan gemetar jika harus berada di ketinggian, apalagi tempat yang lebih tinggi dari tubuh saya. Terkadang ditambah berkeringat.

Dua minggu lalu kantor mengadakan acara team building di luar kota selama dua hari. Lumayan untuk penyegaran. Yang menarik tentu karena banyaknya permainan dalam acara ini. Bagi saya ada dua yang menarik: flying fox dan satu permainan yang saya lupa namanya. Rule of the game-nya begini: peserta berdiri diatas tiang setinggi 15 m dimana agar tiang berdiri harus ditarik oleh peserta lain dari berbagai arah dengan tali. Ketika sampai diatas peserta diwajibkan berdiri dan memukul bola sembari meloncat dari tiang. Tentu ada tali pengaman.

Membayangkan berdiri diatasnya saya merasa ngeri, tidak mencobanya saya merasa sayang. Dan gengsi, karena banyak peserta wanita yang sukses. Malu dong! :) Meskipun ada tali pengaman tetap saja saya merasa ngeri.

Dengan dag-dig-dug saya naik anak-anak tangga yang ada. Dengan susah payah sampai juga diatas dan memukul bola. Lega rasanya dan puas! Ternyata melakukannya mudah. Pertama fokus kepada tujuan. Ketika memanjat anak-anak tangga sang pemandu memberi tips: saya harus fokus keatas dan tidak perlu menengok kebawah. Kedua: ketakutan yang ada sebenarnya tidak beralasan. Ada tali pengaman dan teman-teman yang menarik tali pasti tidak akan melepaskan tarikan. Jadi kenapa saya harus takut?

Hmm benar-benar dua hari yang menyenangkan.

Catatan:
Jika Anda ingin mengetahui daftar jenis phobia silakan lihat di situs www.phobialist.com

Bergaya dulu sebelum naik


Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik

26 June 2006

Tersebut sebuah kisah:

Seorang pria menjual perisai dan tombak di pasar.
“Perisaiku adalah yang paling kuat di dunia,” katanya kepada pelanggannya. “Tidak ada tombak yang mampu menembusnya”
Kemudian dia mengangkat sebuah tombak.
“Tombakku sangat tajam dan mampu memotong apa pun,” katanya.

“Bagaimana jika kamu menggunakan tombakmu untuk melawan perisaimu?” tanya seorang pelanggan.
Orang itu tidak tahu harus berkata apa, dan semua orang di situ menertawainya.

dan kisah yang lain:

Ada seorang raja yang mata kanannya buta dan kaki kirinya pincang. Pada suatu hari dia memanggil artis untuk melukis dirinya. Seorang artis melukis raja seperti seorang pejuang yang hebat. Matanya bercahaya dan bersinar dan kakinya berotot seperti atlet. Raja tidak senang dengan karyanya.
“Kamu pembohong. Itu bukan saya.” Dia memerintahkan para tentaranya untuk menangkap artis ini dan melemparkan ke penjara.

Artis kedua dipanggil. Setelah mengetahui apa yang telah terjadi sebelumnya, artis ini melukis sang raja sama persis seperti apa adanya. Raja juga tidak senang.
“Seni macam apa ini?” dia bertanya kepada artis ini dengan marahnya dan mengirimkan dia ke penjara juga.

Artis yang ketiga datang dan melihat raja dengan seksama. Dalam lukisannya, raja digambarkan sedang mengenakan pakaian berburu. Dia sedang menembak dengan posisi berlutut, kaki kanannya ditekuk dan kaki kirinya menopang pangkal senapan yang sedang dipegangnya. Hanya mata kirinya yang terbuka, karena ia sedang membidik seekor serigala di kejauhan.

Raja sangat puas. Dia menghargai artis ini sekantong emas dan memujinya artis yang terbaik di negaranya.

Read the rest story »


Ganti Baju

14 June 2006

Bolehlah disebut CSS reboot, karena memang begitulah adanya yang saya lakukan. Tapi tentu saja bukan CSS Reboot yang ini, karena sudah jauh terlambat.

Sudah setahun lebih saya bertahan dengan theme Falling Dream, lama-lama bosan juga. Saya pikir-pikir ada baiknya mengubah penampilan. Mudah-mudahan jadi tidak malas mengisi blog ini (masa seh..)

Sebelum berubah ke theme ini ada beberapa hal yang sempat terpikir.

Category: Daily Lifes | Top | Comment »

« Previous PagesNext Pages »


Fatal error: Call to undefined function: wp_footer() in /home/sloki/user/t76050/sites/dominggus.com/www/wp-content/themes/andreas-02/footer.php on line 6